HomePendidikanTingkatkan Daya Nalar dan Critical Thinking, SMP Islam Modern Al Fakhir Gelar...

Tingkatkan Daya Nalar dan Critical Thinking, SMP Islam Modern Al Fakhir Gelar Kontes Riset Ilmiah

Jabaran.id – SMP Islam Modern Al Fakhir Depok yang berada dalam naungan Yayasan Prestasi Belia Indonesia menyelenggarakan Al Fakhir Research Contest bagi seluruh siswa kelas VIII. Kompetisi karya ilmiah ini diikuti oleh 36 siswa, dengan menuangkan ide-ide kreatif mereka ke dalam format riset.

Founder Yayasan Prestasi Belia Indonesia, Deny Irawan mengatakan, kontes penelitian ini merupakan puncak dari program pengembangan karya ilmiah yang telah terstruktur di sekolah tersebut.

SMP Islam Modern Al Fakhir penelitian 2

“Tujuannya bukan sekadar menghasilkan penelitian, melainkan juga membangun fondasi pemahaman mendalam tentang metodologi riset bagi para pelajar pemula,” katanya.

- Advertisement -

Menurut keterangan dari Deny, program karya ilmiah ini dirancang dengan konsep dasar yang sesuai untuk jenjang SMP. Prosesnya bahkan sudah dimulai sejak siswa berada di kelas VII.

“Karya ilmiah salah satu program di sekolah. Karena ini masih pemula di jenjang SMP jadi konsep dasar. Jadi sudah diajarkan sejak kelas VII untuk penggalian ide dan menyusun karya ilmiahnya. Lalu di kelas VIII mempresentasikan karya ilmiahnya. Jadi mereka harus memahami tentang apa itu karya ilmiah,” jelas Deny.

Fokus utama dari program ini tidak hanya pada proses penelitian, tetapi juga pada kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan hasil temuan mereka secara efektif. Para siswa diwajibkan untuk membuat susunan dan penulisan makalah, serta menyiapkan bahan presentasi yang memadai. Penekanan diberikan pada penyusunan yang memanfaatkan teknologi modern.

“Kita ingin bukan hanya sekedar membuat penelitian, tetapi juga bagaimana mereka menyusunnya dengan teknologi yang bisa dipahami oleh orang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, inisiatif ini bertujuan untuk mengasah sejumlah keterampilan penting di luar aspek akademis. Beberapa keterampilan utama yang ditekankan melalui kontes ini meliputi kreativitas, daya nalar, critical thinking (berpikir kritis), dan komunikasi.

Para peserta diberikan kebebasan penuh untuk menentukan tema penelitian mereka sendiri, sebuah kebijakan yang bertujuan mendorong orisinalitas dan minat pribadi.

“Mereka diberikan kebebasan untuk menentukan tema yang dibahas seperti apa,” imbuh Deny.

Aspek pengembangan mental juga menjadi sorotan. Penyelenggara ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya terbiasa dengan prosedur riset, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk tampil di depan umum dan mempertahankan argumen ilmiah mereka.

“Mental saat mereka melakukan penelitian tetapi juga bagaimana mereka mempresentasikan penelitiannya tersebut,” pungkasnya. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here