HomePendidikanSMPN 26 Depok Gelar MPLS 2025 dengan Pendekatan Holistik

SMPN 26 Depok Gelar MPLS 2025 dengan Pendekatan Holistik

Jabaran.id – SMPN 26 Depok menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi 360 siswa kelas VII tahun pelajaran 2025/2026 dengan konsep yang komprehensif. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Juli 2025 ini, tidak hanya fokus pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali siswa dengan pengetahuan tentang bahaya kenakalan remaja, keselamatan lingkungan, serta pemahaman mendalam tentang visi dan misi sekolah yang berwawasan lingkungan.

Kepala SMPN 26 Depok, Ahmad Sujai, menjelaskan bahwa MPLS tahun ini dirancang untuk memberikan fondasi yang kuat bagi siswa baru.

MPLS 2025 di SMPN 26 Depok 1

- Advertisement -

“Kami ingin siswa tidak hanya mengenal lingkungan fisik sekolah, tetapi juga memahami nilai-nilai yang kami anut, termasuk komitmen kami sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Depok. Selain itu, kami juga ingin mereka aware terhadap isu-isu sosial seperti kenakalan remaja dan bahaya narkoba,” ujarnya.

MPLS di SMPN 26 Depok melibatkan berbagai pihak eksternal, termasuk Lembaga Psikologi Impresia dan Polres Metro Depok. Polres Metro Depok memberikan materi tentang bahaya kenakalan remaja, sementara pemadam kebakaran Kota Depok menyampaikan pentingnya kesadaran akan bahaya di lingkungan rumah.

“Kami ingin siswa tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keamanan diri dan lingkungan sekitar,” tambah Ahmad Sujai.

Selain itu, guru-guru SMPN 26 Depok juga memberikan materi tentang visi dan misi sekolah, termasuk komitmen sekolah dalam menjaga lingkungan. Sebagai sekolah yang telah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Kota Depok, SMPN 26 Depok menekankan pentingnya pemahaman siswa baru terhadap nilai-nilai keberlanjutan lingkungan.

Siswa kelas VII adalah warga baru di sini. Mereka harus paham bahwa kami tidak hanya mengajar, tetapi juga berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan berkelanjutan,” tegas Sujai.

MPLS tidak hanya berisi ceramah satu arah, tetapi juga dirancang untuk interaktif dan partisipatif. Siswa diajak untuk berdiskusi tentang perbedaan dunia SMP dengan SD, termasuk tantangan akademik dan sosial yang mungkin mereka hadapi.

“Kami ingin mereka siap secara mental dan emosional. Dunia SMP berbeda dengan SD, dan kami ingin mereka memahami itu sejak hari pertama,” jelas Sujai.

Ahmad Sujai menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang** dalam membentuk karakter siswa.

“Kami ingin menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat dan peduli lingkungan. MPLS adalah langkah awal untuk mencapai itu,” pungkasnya.

Dengan pendekatan yang holistik dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, SMPN 26 Depok berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi seluruh siswanya. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here