Jabaran.id – Dalam upaya mentransformasi kualitas pendidikan anak usia dini di Kota Depok, KB-TK Nasional Plus (NP) Tunas Global Depok menggelar pelatihan intensif bertajuk Implementasi Growth Mindset dalam Praktik Pedagogis. Agenda strategis yang melibatkan seluruh tenaga pendidik ini menghadirkan pelatih PAUD Indonesia, Heny Chusnarin, sebagai narasumber utama guna membedah paradigma baru dalam dunia pendidikan yang dikenal dengan istilah Deep Learning.
Heny Chusnarin menjelaskan bahwa Deep Learning merupakan sebuah pendekatan yang memuliakan kemanusiaan anak dengan menekankan pada penciptaan suasana pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Menurutnya, pendekatan ini mengintegrasikan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik serta terpadu. Dalam pemaparannya, Heny menegaskan bahwa Deep Learning memiliki empat komponen utama yang saling berikatan, yakni dimensi profil lulusan, prinsip pembelajaran, pengalaman pembelajaran, dan kerangka pembelajaran yang terstruktur.

“Melalui skema ini, siswa diberikan pengalaman belajar yang memungkinkan mereka untuk memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan setiap materi secara mendalam sehingga ilmu yang didapat menjadi relevan dengan kehidupan nyata,” ucap Heny.
Lebih lanjut, Heny Chusnarin memberikan gambaran komprehensif mengenai perbedaan mendasar antara pola pengajaran konvensional dengan kelas yang menerapkan Deep Learning. Jika pada PAUD biasa anak-anak sering kali hanya diminta untuk mewarnai gambar secara pasif, maka dalam lingkungan Deep Learning, peran guru bergeser menjadi fasilitator yang menyediakan berbagai bahan atau loose parts.
“Sebagai contoh, anak-anak tidak lagi sekadar mewarnai gambar jembatan, melainkan ditantang untuk membangun miniatur jembatan dari bahan-bahan yang tersedia,” terangnya.
Fakta menarik yang ditekankan dalam pelatihan ini adalah mengenai penggunaan teknologi yang harus tetap bermakna dan tidak menggantikan interaksi manusiawi. Heny juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang menghargai kesalahan sebagai bagian dari proses belajar.
Ia mengungkapkan sebuah prinsip krusial bahwa di dalam ruang kelas dengan pembelajaran mendalam, kualitas pertanyaan yang diajukan oleh siswa merupakan jembatan menuju pemahaman yang jauh lebih baik daripada sekadar akurasi jawaban mereka.
“Dengan kata lain, rasa ingin tahu siswa yang diwujudkan melalui pertanyaan-pertanyaan kritis jauh lebih berharga dibandingkan jawaban benar yang dihasilkan dari proses menghafal, karena hal tersebut menandakan terjadinya proses berpikir tingkat tinggi,” jelas Heny.
Sementara itu, Kepala KB-TK NP Tunas Global Depok, Saanih menjelaskan, implementasi Growth Mindset melalui Deep Learning ini diharapkan mampu mengubah wajah pendidikan di KB-TK NP Tunas Global Depok menjadi lebih inklusif dan progresif. Pembelajaran yang terfokus sepenuhnya pada siswa ini memastikan bahwa setiap individu berkembang sesuai dengan potensi uniknya masing-masing.

“Pelatihan ini dirancang untuk membekali guru dengan kemampuan menciptakan ekosistem belajar yang tidak sekadar transfer ilmu, melainkan menanamkan kesadaran mendalam pada diri setiap siswa,” tuturnya.
Saanih menambahkan fakta bahwa secara neurologis, pembelajaran yang menggembirakan dan bermakna akan memperkuat koneksi sinapsis di otak anak, yang menjadi fondasi bagi kemampuan belajar sepanjang hayat.
“Melalui pelatihan ini, para guru kini dipersiapkan untuk meninggalkan metode instruksional lama dan beralih menuju praktik pedagogis yang lebih dinamis, di mana setiap aktivitas di dalam kelas memiliki tujuan yang jelas untuk pengembangan dimensi profil lulusan yang tangguh di masa depan,” ucapnya. (*)
