Jabaran.id – Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta atau UPNVJ Anter Venus. melakukan kunjungan dan diskusi strategis dengan Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, guna memperkuat koordinasi pengembangan bela negara nirmiliter di lingkungan perguruan tinggi.
Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda transformasi UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara yang tidak hanya berfokus pada penguatan internal sivitas akademika, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat luas. Langkah ini menegaskan komitmen UPNVJ dalam menyelaraskan arah kebijakan kampus dengan strategi ketahanan nasional.
Sebelumnya, pada akhir Desember 2025, UPNVJ telah meluncurkan Indeks Implementasi Bela Negara (IIBN) sebagai instrumen pemetaan semangat dan praktik penegakan nilai bela negara di lingkungan kampus. Inisiatif tersebut menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan berbasis data serta mengukur efektivitas program yang telah dijalankan.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor Anter Venus menegaskan bahwa identitas UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara menuntut penguatan konsep, konsistensi kebijakan, serta jejaring kelembagaan yang selaras dengan arah nasional. Koordinasi dengan Kabacadnas dipandang strategis untuk menyamakan persepsi, merumuskan peluang kerja sama, dan memetakan kebutuhan kebijakan menghadapi tantangan bela negara masa kini dan masa depan.
Kabacadnas sendiri merupakan unit strategis di bawah Kementerian Pertahanan RI yang berperan dalam pengelolaan sumber daya cadangan dan penguatan ekosistem kebijakan terkait ketahanan nasional. Dalam berbagai agenda kementerian, Kabacadnas menjalankan fungsi representatif dan koordinatif pada isu-isu penguatan ketahanan, termasuk membangun jejaring pemangku kepentingan lintas sektor.
Pada kesempatan tersebut, UPNVJ memaparkan konsep bela negara nirmiliter yang dikembangkan sebagai pendekatan akademik dan sosial. Menurut Rektor, bela negara nirmiliter tidak bertumpu pada pertahanan fisik, melainkan pada penguatan nalar, adab, literasi, karakter, daya kritis, serta ketangguhan menghadapi ancaman nonkonvensional seperti disinformasi, intoleransi, hingga serangan siber.
Pendekatan ini diimplementasikan melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, serta dirancang agar dapat diterapkan lintas disiplin secara terukur dan kolaboratif. Sejumlah inisiatif telah dijalankan, mulai dari pembinaan karakter, forum ilmiah, hingga penguatan ekosistem organisasi mitra untuk memperluas dampak ke publik.
Kabacadnas mengapresiasi pengembangan konsep bela negara nirmiliter yang dilakukan UPNVJ, terutama karena menggabungkan penguatan gagasan akademik dengan penerapan nyata di lapangan. Apresiasi tersebut sekaligus membuka peluang sinergi lebih lanjut agar program dan narasi bela negara di perguruan tinggi berjalan selaras dengan kebutuhan ketahanan nasional.
Menutup pertemuan, Rektor UPNVJ menegaskan komitmen institusi menjadikan bela negara sebagai energi transformasi kampus yang terintegrasi dalam kurikulum, riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat.
“UPNVJ akan terus memperkuat kebijakan dan program yang menumbuhkan ketangguhan warga kampus melalui bela negara nirmiliter. Kami percaya, penguatan karakter kebangsaan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor adalah fondasi penting bagi daya saing bangsa,” ujar Anter Venus.
