Jabaran.id – Siswa kelas VIII SMPN 30 Depok, Putra Fandira Al Hafidzi, berhasil menyabet gelar juara pertama pada Kejuaraan Panjat Tebing Pelajar DKI Jakarta yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 10 April 2026.
Prestasi gemilang tersebut diraih Putra dalam kategori *Lead* U-17 Putra, sebuah nomor pertandingan yang menuntut ketahanan fisik, konsentrasi tinggi, serta strategi dalam memanjat rute yang telah ditentukan. Kejuaraan yang digelar di Jakarta International Climbing Wall Park, JGC, Cakung, Jakarta Timur ini diikuti oleh puluhan atlet muda pelajar dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Kepala SMPN 30 Depok, Asri Khaerunnisa, mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian yang ditorehkan oleh Putra, yang juga merupakan siswa asuhannya di kelas VIII B. Menurutnya, kemenangan ini bukan sekadar sebuah gelar, melainkan bukti nyata bahwa bakat dan kerja keras siswa dapat terus berkembang dengan dukungan lingkungan sekolah yang positif.
“Putra adalah anak yang luar biasa tekun. Dia juara pertama karena proses panjang yang dijalaninya dengan disiplin. Saya mewakili seluruh keluarga besar SMPN 30 Depok mengucapkan selamat kepada Putra. Semoga ini menjadi awal dari prestasi yang lebih tinggi lagi, bahkan mungkin hingga ke tingkat nasional,” ujar Asri Khaerunnisa.
Asri Khaerunnisa menambahkan bahwa pihak sekolah terus mendorong setiap siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka di luar akademik. Ia menjelaskan bahwa keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan kemampuan non-akademik, seperti olahraga, merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.
“Panjat tebing mengajarkan keberanian, kemampuan memecahkan masalah, serta ketenangan di bawah tekanan, yang semuanya merupakan bekal berharga bagi masa depan siswa,” ujar Asri Khairunnisa.
Lebih lanjut, Asri Khaerunnisa juga menyampaikan beberapa fakta menarik mengenai olahraga panjat tebing yang bermanfaat bagi perkembangan anak usia remaja. Ia menjelaskan bahwa panjat tebing tidak hanya mengandalkan kekuatan otot tangan, tetapi juga melatih fungsi kognitif otak karena setiap gerakan memerlukan analisis rute yang cepat dan tepat. Selain itu, olahraga ini secara signifikan meningkatkan koordinasi mata, tangan, dan kaki, serta membangun kepercayaan diri.
“Banyak orang tua yang belum tahu bahwa panjat tebing adalah salah satu olahraga teraman di kelasnya karena menggunakan sistem pengaman ganda. Ini sangat baik untuk pertumbuhan fisik dan mental anak,” jelas Asri Khaerunnisa.
Sementara itu, Wakil Kepala SMPN 30 Depok bidang Kesiswaan, Junaidi, menyoroti aspek pembinaan berkelanjutan yang telah dilakukan sekolah terhadap para siswa berprestasi. Junaidi mengakui bahwa keberhasilan Putra merupakan hasil kolaborasi antara siswa, pelatih, orang tua, dan dukungan penuh dari pihak sekolah.
“Ini adalah buah dari sistem pembinaan yang tidak putus. Kami di SMPN 30 Depok memiliki program pemetaan bakat siswa sejak awal masuk. Kunci suksesnya adalah komunikasi yang baik antara guru, orang tua, dan siswa itu sendiri. Jangan sampai prestasi olahraga mengganggu akademik, justru harus saling menguatkan,” ungkap Junaidi.
Junaidi menambahkan bahwa prestasi ini juga menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berani bermimpi dan bekerja keras. Ia berharap kemenangan Putra di Kejuaraan Panjat Tebing Pelajar DKI Jakarta dapat menjadi kado istimewa bagi SMPN 30 Depok dan sekaligus menjadi contoh bahwa siswa dari sekolah negeri di Depok mampu bersaing dan unggul di ajang ibu kota.
“Ke depannya, target kami bukan hanya juara di tingkat provinsi, tetapi juga mengharumkan nama Depok di kancah nasional,” pungkas Junaidi. (*)
