HomeEkbisBRI Datang Membuka Pintu Rumah Pertama dan Modal Hidup ASN hingga Pensiunan

BRI Datang Membuka Pintu Rumah Pertama dan Modal Hidup ASN hingga Pensiunan

Jabaran.id, Jakarta – Lewat Friday Market, BRI Branch Office (BO) Gatot Subroto tak cuma jual kredit. Mereka hadir di tengah rutinitas Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjawab satu pertanyaan besar, kapan giliran punya rumah?

Setiap Jumat pukul 08.00, lobi Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta Selatan berubah. Meja-meja birokrasi yang biasanya hanya dipenuhi tumpukan SPT, bergeser sedikit. Digantikan tenda booth berwarna biru dengan logo BRI.

Di sanalah para ASN, dari staf pelaksana sampai eselon, antre bukan untuk bayar pajak. Tapi untuk bertanya: “Pak, KPR 1,75% itu beneran bisa ya?”

Itulah wajah Friday Market. Agenda rutin BRI Branch Office Gatot Subroto yang sudah jadi “pasar” bagi pegawai pajak untuk menjemput solusi keuangan: rumah pertama, renovasi, sampai modal usaha.

- Advertisement -

“Ini agenda rutin kami setiap Jumat,” Pemimpin BRI BO Gatot Subroto, Pamadi Purno Widodo.

Alasannya sederhana, tapi penting karena ASN itu sibuk. Waktu ke bank di jam kerja hampir mustahil. Maka bank yang datang ke kantor.

Di booth itu, BRI membuka dua produk utama yaitu KPR dan BRIguna. Dua kebutuhan dasar pegawai tetap. Satu untuk tempat tinggal, satu lagi untuk kebutuhan hidup lainnya.

Untuk KPR, BRI membawa senjata utama berupa bunga mulai 1,75% fixed 1 tahun. Angka itu hanya muncul di program-program khusus dan periode tertentu. Tapi cukup untuk membuat banyak pegawai berhenti sejenak dari layar komputer.

“Bunga sekecil itu, dengan tenor sampai 20 tahun, itu yang dicari pegawai muda. Cicilannya jadi masuk akal,” jelas Pamadi.

Fleksibilitasnya juga luas. Tidak hanya beli rumah baru. BRI memfasilitasi pembelian rumah bekas, top up dana untuk renovasi, bahkan take over KPR dari bank lain.

BRIguna: Kredit untuk Hidup, Bukan Hanya Gaya. Produk kedua, BRIguna adalah KTA tanpa agunan berbasis payroll. Sasarannya jelas: ASN, TNI, POLRI, BUMN/D, dan pensiunan.

“Ini kredit yang pembayarannya langsung potong gaji atau pensiun tiap bulan,” kata Pamadi.

Karena risikonya lebih terkontrol, BRI bisa memberi limit lebih fleksibel sesuai kapasitas bayar. Bunganya disebut lebih kompetitif dibanding KTA umum, dan prosesnya dipercepat khusus debitur dari instansi yang sudah kerja sama.

BRIguna dibagi tiga yaitu BRIguna Karya untuk pegawai aktif. BRIguna Purna untuk pensiunan yang tetap butuh dana. BRIguna Digital, yang bisa diajukan langsung lewat aplikasi BRImo tanpa harus ke booth.

Dana BRIguna tidak harus habis untuk hal konsumtif. Banyak ASN menggunakannya untuk renovasi rumah, biaya pendidikan anak, atau bahkan menambah modal usaha kecil di luar jam kantor.

Di atas kertas, ini hanya soal suku bunga dan tenor. Tapi di lapangan, ceritanya berbeda. Bagi ASN muda di DJP, rumah pertama sering jadi target paling sulit. Gaji tetap, tapi harga rumah di Jakarta dan sekitarnya terus naik. Promo KPR 1,75% fixed setahun jadi “pintu masuk” psikologis. Memberi ruang napas 12 bulan pertama sebelum masuk floating.

“Jadi khusus Friday Market di DJP ada promo khusus KPR dan BRIguna,” tegas Pamadi.

Kalimat itu penting. Karena artinya tidak semua orang bisa dapat. Hanya mereka yang datang di waktu dan tempat yang tepat: Jumat, di DJP, jam 08.00-14.00.

Pukul 14.00, booth ditutup. Tenda dilipat. Para petugas BRI kembali ke Gatot Subroto. Yang tertinggal bukan hanya brosur. Tapi juga formulir pengajuan, janji temu, dan harapan. Harapan seorang pegawai pajak untuk segera punya kunci rumah sendiri. Atau dana untuk anaknya kuliah semester depan.

“Ayo jangan sampai terlewat kesempatan baik ini,” tutup Pamadi.

Karena di dunia ASN, kesempatan baik memang jarang datang ke meja kerja. Kali ini, BRI yang mendatangkannya.

Terkait penyaluran kredit perumahan, program 3 juta rumah, Regional Consumer Banking Head/ Region 7/Jakarta 2, Muhammad Bayu Pancakusuma mengatakan, BRI telah berkontribusi dalam program 3 juta rumah. Ini jadi bagian komitmen dalam mendukung program pemerintah.

“Untuk area Jabodetabek saja sampai Mei 2026 sudah disalurkan Rp1,67 triliun kepada 1.437 debitur sebagai bagian dari komitmen mendukung pemerintah 3 juta rumah,” tandas Muhammad Bayu Pancakusuma.(*)

 

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here