HomeNewsDepok Tambah 3,4 Hektare Ruang Terbuka Hijau Dari Kolaborasi Stakeholder

Depok Tambah 3,4 Hektare Ruang Terbuka Hijau Dari Kolaborasi Stakeholder

Jabaran.id – Kota Depok berhasil menambah 3,4 hektare Ruang Terbuka Hijau (RTH) sepanjang tahun 2025 berkat kolaborasi dengan berbagai stakeholder.

Upaya ini tidak hanya memperluas ruang hijau kota, tetapi juga diperkirakan menghemat potensi anggaran hingga Rp 453 Miliar.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Indra Kusuma Cahyadi, menjelaskan bahwa keberhasilan ini dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari lembaga pendidikan, BUMN, BUMD, hingga sektor swasta.

“Saya berusaha dengan mengajak stakeholder, jadi tidak mengandalkan APBD,” ujarnya dikutip, Kamis, 4 September 2025.

- Advertisement -

Indra menuturkan, sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, setiap kota wajib memiliki RTH minimal 30 persen, dengan porsi 20 persen publik dan 10 persen swasta.

Namun, Depok hingga kini masih berupaya mengejar target tersebut. Untuk itu, Pemkot Depok mengajak sejumlah stakeholder berkontribusi.

Kolaborasi datang dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang berkomitmen menyediakan tiga hektare lahan di dekat Jalan Juanda.

Lahan tersebut akan ditetapkan sebagai Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) dan dikelola bersama antara UIII dengan Pemkot Depok.

Kontribusi serupa juga datang dari PT YKK Zipper yang menambah RTH di jalur hijau kawasan Cinere.

Sementara itu, PT PGN menyatakan siap membantu pengelolaan RTH, khususnya Taman Hutan Raya (Tahura) di Pancoran Mas, sebagai bagian dari upaya meraih proper emas dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Tak ketinggalan, PDAM Tirta Asasta turut membangun sejumlah taman di wilayah pelayanan timur.

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI) juga menyatakan dukungan dengan menyediakan sekitar 1.000 meter lahan untuk RTH Kehati.

Indra menyebut, langkah kolaborasi ini sangat penting di tengah tantangan perubahan iklim dan terbatasnya anggaran daerah.

“Kalau dihitung dengan nilai lahan, kontribusi ini bisa menghemat sekitar Rp 453 Miliar. Artinya manfaatnya sangat besar untuk pembangunan berkelanjutan di Kota Depok,” tutupnya.

Sebagai informasi, program ini merupakan bagian dari Aksi Perubahan Diklat Kepemimpinan III Angkatan III BPSDM Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 yang digagas oleh Indra Kusuma Cahyadi dengan judul ‘Peningkatan Kuantitas Ruang Terbuka Hijau Melalui Kerjasama dengan Pemangku Kepentingan (Stakeholder) Kota Depok’.

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here