Jabaran.id – Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan peningkatan perputaran ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan babak grup Piala Presiden 2026. Ajang pra-musim sepak bola yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat ini dinilai tidak hanya sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran tim-tim besar, termasuk peserta dari luar negeri, diproyeksikan mampu menarik ribuan suporter yang akan berdampak langsung pada aktivitas usaha masyarakat setempat.
Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam memanfaatkan gelaran ini sebagai ajang promosi pariwisata. Ia menjelaskan bahwa stadion yang menjadi markas Persib Bandung tersebut akan menjadi pusat perhatian suporter dari berbagai daerah, bahkan dari mancanegara.
“Persib menjadi tuan rumah, di Stadion Si Jalak Harupat. Boleh jadi, pendukung Arema FC maupun dua tim luar negeri, datang ke Stadion Si Jalak Harupat untuk menonton pertandingan. Kami siap turut mempromosikan pariwisata kepada pendukung tim tamu,” ujar Ali Syakieb.
Babak grup Piala Presiden 2026 mempertemukan empat tim yang terdiri dari Persib Bandung, Arema FC, Tampines Rovers FC asal Singapura, serta DPMM FC dari Brunei Darussalam. Komposisi tim ini diperkirakan mampu menarik perhatian luas, tidak hanya dari kalangan pendukung lokal tetapi juga penggemar sepak bola dari luar negeri. Stadion Si Jalak Harupat yang memiliki kapasitas sekitar 27.000 penonton diprediksi akan dipadati oleh suporter yang hadir menyaksikan laga-laga seru di fase grup.
Kehadiran suporter dalam jumlah besar diproyeksikan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Sektor-sektor tersebut meliputi usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM yang berjualan di sekitar stadion, pedagang kuliner, penjual atribut dan merchandise tim, jasa transportasi lokal, hingga destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bandung. Pemerintah daerah optimistis bahwa dengan meningkatnya aktivitas ekonomi ini, perputaran uang di daerah akan ikut terdongkrak secara signifikan.
Piala Presiden selama ini dikenal sebagai ajang yang memiliki daya tarik besar bagi penonton, tidak hanya dari segi kualitas pertandingan tetapi juga dari sisi atmosfer pertandingan yang melibatkan berbagai kelompok suporter. Kehadiran tim luar negeri seperti Tampines Rovers dan DPMM FC menambah daya tarik tersendiri, mengingat pertemuan antar klub dari negara berbeda sering kali menarik minat penonton yang lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Bandung melalui dinas terkait telah menyiapkan langkah-langkah koordinasi untuk menyambut kedatangan para suporter. Langkah ini tidak hanya untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara, tetapi juga untuk memaksimalkan dampak ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar stadion.
Ali Syakieb juga menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempromosikan potensi wisata Kabupaten Bandung. Ia berharap para pendukung tim tamu dapat memperoleh pengalaman positif selama berada di Kabupaten Bandung, tidak hanya menyaksikan pertandingan tetapi juga menikmati berbagai tempat wisata yang tersedia.
“Kami ingin menjadikan perhelatan ini sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan Kabupaten Bandung kepada para pengunjung dari luar daerah,” tambahnya saat menjelaskan strategi promosi yang akan dilakukan.(*)
