Jabaran.id – Menandai perjalanan lebih dari setengah abad dalam melayani bangsa, BPJS Kesehatan menggelar Health Fun Run di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu, 28 Juni 2026.
Event yang menyedot perhatian berbagai komunitas lari ini menjadi bukti nyata komitmen BPJS Kesehatan dalam memperkuat upaya promotif dan preventif, sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membudayakan hidup sehat sebagai pilar utama Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa keberhasilan Program JKN tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak masyarakat sakit yang mendapatkan pengobatan. Keberhasilan yang hakiki adalah ketika masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, sehingga berbagai risiko penyakit dapat dicegah sejak dini.
“Program JKN dibangun atas semangat gotong royong. Karena itu, kami tidak hanya berupaya memberikan perlindungan kesehatan saat masyarakat membutuhkan layanan, tetapi juga terus memperkuat berbagai upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat dan produktif,” ujar Prihati Pujowaskito.
Komitmen ini diperkuat oleh cakupan kepesertaan yang luar biasa. Per 1 Juni 2026, Program JKN telah melindungi lebih dari 285 juta jiwa atau mencakup lebih dari 98 persen total penduduk Indonesia. Akses layanan pun kian mudah dijangkau berkat sinergi dengan 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta 3.221 rumah sakit dan klinik utama yang tersebar luas di seluruh penjuru tanah air.
Meski akses medis sudah semakin merata, tantangan kesehatan di era modern justru bergeser ke arah Penyakit Tidak Menular (PTM), terutama pada kelompok usia produktif.
Pujo menjelaskan bahwa pada tahun 2025, lebih dari 79 juta peserta JKN telah mengikuti Skrining Riwayat Kesehatan, dengan hasil sekitar 23 juta peserta berisiko hipertensi dan 17 juta peserta berisiko diabetes melitus
Lebih memprihatinkan lagi, data internal menunjukkan bahwa pada kelompok usia di bawah 45 tahun, sudah ada lebih dari 400 ribu peserta yang terdiagnosis diabetes melitus dan lebih dari satu juta peserta mengidap hipertensi. Fakta ini menjadi alarm keras bahwa penyakit kronis tidak lagi mendominasi kelompok lanjut usia, melainkan sudah mengancam masa depan generasi muda Indonesia.
Guna mengantisipasi fenomena tersebut, BPJS Kesehatan terus menggencarkan berbagai program preventif seperti Prolanis Muda, Skrining Riwayat Kesehatan, serta edukasi masif. Pujo menambahkan, kegiatan Health Fun Run hari ini menjadi salah satu sarana untuk mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Penguatan budaya hidup sehat merupakan bagian dari dukungan BPJS Kesehatan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Melalui semangat gotong royong serta penguatan upaya promotif dan preventif dalam Program JKN, BPJS Kesehatan optimis dapat berkontribusi mewujudkan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Pujo.
Dukungan serupa datang dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, yang turut hadir dalam acara tersebut. Raffi mengingatkan bahwa esensi utama dari Program JKN adalah gotong royong yang murni, di mana yang sehat membantu yang sakit, dan yang mampu menopang yang kurang mampu untuk memperoleh perlindungan kesehatan yang berkelanjutan.
“Gotong royong merupakan nilai yang harus terus dijaga. Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Untuk generasi muda, jangan menunda memulai kebiasaan hidup sehat karena menjaga kesehatan dapat dilakukan melalui konsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, serta menerapkan pola hidup sehat,” kata Raffi.
Raffi mengapresiasi langkah konsisten BPJS Kesehatan dalam mengedukasi masyarakat lewat kegiatan olahraga santai ini. Menurutnya, kesadaran akan pentingnya kesehatan harus ditanamkan ke dalam pola pikir masyarakat sejak awal agar menjadi sebuah kebiasaan yang melekat.
“Sehat itu ada dua, dimulai dari hati dan mentransfer ke otak. Kalau kita niatkan untuk sehat, pasti mindset di otak akan langsung tergerak. Sehat itu mahal, jadi kita harus jaga kesehatan sejak dini,” tegas Raffi.
