HomePendidikanIni yang Terjadi Saat 404 Siswa Kelas IX SMPN 26 Depok Jalani...

Ini yang Terjadi Saat 404 Siswa Kelas IX SMPN 26 Depok Jalani TKA

Jabaran.id – Hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMPN 26 Depok berlangsung tanpa kendala. Sebanyak 404 siswa kelas IX mengikuti kegiatan tersebut yang terbagi dalam empat sesi pelaksanaan. Tes ini menjadi bagian penting dalam memetakan kemampuan akademik sekaligus karakter siswa menjelang jenjang pendidikan berikutnya.

Kepala SMPN 26 Depok, Ahmad Sujai, mengonfirmasi bahwa pelaksanaan hari pertama berjalan lancar. Ia menjelaskan bahwa TKA kali ini dirancang dengan dua gelombang selama empat hari ke depan, dengan penyesuaian jumlah peserta di setiap ruangan berdasarkan hari pelaksanaan.

pelaksanaan TKA SMPN 26 Depok 1

“TKA rencananya dilaksanakan selama empat hari. Di gelombang pertama dilaksanakan pada Senin dan Kamis (6-7 April 2026) menggunakan tiga ruang dengan sistem tiga sesi. Sedangkan gelombang kedua dilaksanakan Rabu dan Kamis (8-9 April 2026) menggunakan tiga ruang dengan empat sesi,” ujar Ahmad Sujai.

- Advertisement -

Ahmad Sujai menambahkan bahwa tiap ruangan pada hari pertama dan kedua memiliki kapasitas 20 siswa. Sementara pada hari ketiga dan keempat, terjadi penyesuaian jumlah menjadi 18 siswa di setiap ruangan. Menurutnya, penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga efektivitas pengawasan dan kenyamanan siswa selama mengerjakan soal.

Lebih lanjut, Ahmad Sujai memaparkan bahwa materi yang diujikan dalam TKA ini mencakup empat komponen utama, yaitu Numerasi (Matematika), survei karakter, Literasi (Bahasa Indonesia), dan survei lingkungan belajar. Ia menjelaskan bahwa kombinasi materi akademik dan non-akademik tersebut bertujuan untuk mendapatkan gambaran utuh tentang kompetensi siswa, baik dari sisi pengetahuan maupun sikap sehari-hari di lingkungan sekolah.

Dalam penjelasannya yang lebih komprehensif, Ahmad Sujai juga mengungkapkan beberapa fakta bermanfaat terkait pelaksanaan TKA. Ia menyebutkan bahwa survei karakter dan survei lingkungan belajar merupakan instrumen penting yang saat ini mulai mendapat porsi setara dengan literasi dan numerasi. Hal ini, kata dia, karena kemampuan kognitif saja tidak cukup untuk mencerminkan kualitas pendidikan. Survei karakter membantu mengidentifikasi profil pelajar Pancasila, sedangkan survei lingkungan belajar mengukur efektivitas iklim sekolah, dukungan guru, serta fasilitas belajar yang tersedia.

“Setiap ruang ada satu proktor, satu pengawas silang dari SMPN 5 Depok, dan ada pengawas penyelia yakni zoom meeting dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” jelas Ahmad Sujai.

Ahmad Sujai menambahkan bahwa keterlibatan pengawas silang dari sekolah lain dan pengawasan jarak jauh melalui zoom meeting dari BBPMP Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Pendidikan merupakan bentuk standarisasi dan transparansi pelaksanaan TKA. Ia menjelaskan bahwa sistem ini diterapkan untuk memastikan tidak ada perbedaan perlakuan antarsekolah, sehingga hasil tes benar-benar mencerminkan kemampuan riil siswa tanpa intervensi dari pihak mana pun.

Dengan skema pengawasan berlapis tersebut, Ahmad Sujai berharap seluruh rangkaian TKA di SMPN 26 Depok dapat berjalan lancar hingga hari terakhir. Ia juga mengimbau para siswa untuk tetap fokus dan mengerjakan setiap sesi dengan jujur.

“Hasil TKA ini akan menjadi salah satu bahan evaluasi penting bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran ke depan,” tuturnya. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here