HomeEkbisJumat Berkah, Pegawai BRI Karawang Turun ke Jalan Berbagi Nasi, Bukan Cek...

Jumat Berkah, Pegawai BRI Karawang Turun ke Jalan Berbagi Nasi, Bukan Cek Saldo

Jabaran.id, Karawang – Kisah “Jumat Berkah” BRI Branch Office (BO) Karawang, dari dapur ke trotoar, demi satu tujuan yaitu menjadi bank yang dekat dengan rakyatnya.

Kegiatan Jumat Berkah merupakan bagian dari BRI Peduli. Program ini merupakan wujud nyata komitmen perbankan dalam memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Jumat Berkah kali ini, jalanan di depan Kantor BRI BO Karawang mulai ramai. Ada yang buka lapak gorengan, ada tukang ojek online nongkrong dan yang lainnya.

Tapi Jumat kali ini ada yang beda. Di depan pintu kaca bank yang biasanya dijaga satpam, sekarang berdiri barisan pegawai bank. Pakai seragam, senyum, dan tangan mereka penuh kantong kertas berisi makanan.

- Advertisement -

Bukan mau rapat. Mereka mau berbagi. Itulah wajah “Jumat Berkah” dari BRI BO Karawang. Ide “Jumat Berkah” sebenarnya sederhana. Bank ini mau bilang, pihaknya peduli.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial rutin. Sebagai bentuk kepedulian, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar,” jelas Pimpinan BRI BO Karawang, Yuliyanto.

Tapi yang bikin beda, ini bukan program yang dikerjain vendor. Pegawai BRI-nya sendiri yang turun langsung.

Mulai dari teller, CS, sampai pimpinan cabang. Mereka jalan kaki ke trotoar. Menyeberang ke lapak pedagang. Ngetok kaca mobil ojek online.

Sasarannya tidak muluk-muluk. Warga sekitar kantor, pedagang kecil, pekerja informal. Orang-orang yang setiap hari bikin suasana Karawang jadi hidup.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di antara insan BRILian,” terangnya.

Kata kuncinya, Insan BRILian. Karena menurut BRI, jadi bankir itu tak hanya pandai menghitung, tapi juga harus punya hati.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Kalimat itu tidak cuma tulisan belaka namun juga terasa di lapangan.

Tidak ada jarak antara jas bankir dan celemek pedagang. Yang ada cuma antara manusia sama manusia.

Banyak orang mikir bank itu kaku, seragam, urusannya angka. BRI BO Karawang mau merombak stigma itu.

“BRI terus menunjukkan komitmennya untuk hadir memberikan makna bagi negeri. Tidak hanya melalui layanan perbankan, tapi juga melalui aksi nyata membantu masyarakat dan memperkuat solidaritas sosial,” tegasnya.

Jumat Berkah jadi bukti. Di saat ekonomi lagi nggak menentu, harga-harga naik, satu bungkus makanan gratis itu artinya besar. Bisa buat ngirit ongkos. Bisa buat ditabung. Bisa buat nambah modal beli minyak goreng besok. Tapi lebih dari itu, adanya rasa diperhatikan.

Rasa bahwa ada institusi besar yang masih ingat sama orang kecil di depan pintunya.

Acara selesai, kantong makanan habis. Pegawai balik lagi ke balik meja teller dan komputer. Tapi senyumnya masih kebawa.

Buat warga, Jumat jadi lebih tenang. Buat pegawai BRI, kerja seminggu jadi lebih ringan.

Karena berbagi itu nular. Hari ini BRI bagi ke warga. Besok-besok, siapa tau warga yang lebih rajin nabung di BRI. Atau lebih percaya buat pinjem modal usaha.

Dadang, 58 tahun, tukang sapu yang kebetulan berada beberapa meter dari kantor BRI, nerima bungkus pertamanya.

“Dulu mikirnya, bank ya bank. Urusannya sama duit. Nggak nyangka dikasih makan gratis sama pegawainya langsung. Anak-anak banknya ramah-ramah,” ceritanya sambil nunjukin senyum ompong.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Kalimat itu tidak sekadar tulisan di rilis. Terasa beneran di lapangan.

“Kalau hari Jumat tuh nungguin. Soalnya lumayan, bisa hemat buat makan siang. Tapi yang paling seneng tuh diajak ngobrol sama mbak-mbak banknya, jadi kayak merasa diperhatikan,” tutupnya.(*)

 

 

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here