HomeLifestyleKeren! Siswi SMP asal Depok Wakili Indonesia di Face of Asia 2026

Keren! Siswi SMP asal Depok Wakili Indonesia di Face of Asia 2026

Jabaran.id – Prestasi gemilang berhasil ditorehkan oleh seorang siswi SMP asal Kota Depok, Jawa Barat, bernama Aqueensa Kinara. Remaja berusia 12 tahun ini sukses menyabet juara kedua dalam ajang pencarian bakat model bergengsi, Face of Indonesia. Atas pencapaian luar biasa tersebut, anak bungsu dari tiga bersaudara ini kini resmi menggenggam tiket untuk mewakili Indonesia di panggung internasional, Face of Asia 2026, yang akan digelar di Korea Selatan.

Dara cantik yang menimba ilmu di SMP Budi Cendekia Islamic School Depok ini mengaku sama sekali tidak menyangka bisa berdiri di podium juara. Bagi Kinara, Face of Indonesia bukan sekadar kompetisi kecantikan biasa.

“Ajang ini adalah platform yang luar biasa yang membuka ruang bagi para model untuk menunjukkan karakter, disiplin, dan referensi terbaik dari generasi masa kini,” ujarnya penuh semangat.

Ia menambahkan bahwa kompetisi ini mengajarkannya bahwa menjadi model bukan hanya soal penampilan fisik di atas runway, melainkan tentang bagaimana membawa pengaruh positif, memiliki mentalitas yang kuat, dan profesionalisme tinggi di industri fashion.

- Advertisement -

Ketertarikan Kinara pada dunia peragaan busana ternyata sudah tumbuh sejak ia masih kecil. Berawal dari passion yang besar, ia mulai aktif mengasah kemampuan dengan mengikuti berbagai kelas pelatihan modeling untuk belajar teknik catwalk dan mentalitas panggung. Begitu melihat informasi pendaftaran Face of Indonesia 2026, ia merasa tertantang. “Saya merasa ini adalah platform dan kesempatan yang sangat tepat untuk menantang diri saya ke tingkat yang lebih tinggi, didorong oleh dukungan penuh dari orang tua dan keluarga saya,” kata Kinara mengenang awal perjuangannya.

Baginya, peran orang tua adalah pilar paling kokoh dalam perjalanan kariernya. Sejak awal menunjukkan minat di dunia modeling, ayah dan ibunya tidak pernah ragu untuk memfasilitasi, mengantarkan latihan, hingga selalu hadir memberikan semangat di setiap kompetisi. “Bagi Kinara, panggung runway mungkin dipenuhi lampu yang megah, tapi kekuatan terbesar saya yang sebenarnya berada di balik layar, yaitu orang tua,” ungkapnya haru. Kepercayaan yang diberikan sejak hari pertama itulah yang menjadi fondasi utama bagi Kinara untuk bisa terus konsisten dan disiplin.

Dalam ajang Face of Indonesia, Kinara tampil memukau dengan mengenakan sejumlah busana menawan. Dari seluruh sesi yang dilalui, sesi kostum tradisional menjadi momen yang paling ia banggakan karena ia memilih untuk membawakan busana adat Dayak, Kalimantan. Kinara memiliki alasan tersendiri di balik pilihan tersebut. “Karena pastinya setiap berbagai daerah punya kekhasannya masing-masing, ketertarikannya masing-masing. Jadi, Kinara tertarik yang unik-unik, sehingga saya memilih Kalimantan Dayak tradisional,” jelasnya.

Kini, langkah Kinara bersiap menuju tantangan yang jauh lebih besar di Korea Selatan. Berbagai persiapan matang pun dilakukan demi mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Ia sadar betul bahwa persaingan di tingkat Asia akan jauh lebih kompetitif. “Tantangan terbesar saya untuk persiapan ke Korea tentu adalah peningkatan standar kompetisi yang jauh lebih tinggi. Skala internasional menuntut saya untuk lebih meningkatkan kemampuan dan skill saya,” tutur Kinara dengan nada optimis.

Dukungan penuh untuk melangkah ke panggung internasional juga ditegaskan oleh sang ayah, Dadang Wihana. Ia memastikan bahwa keluarga besar akan selalu berdiri di belakang Kinara untuk mendukung cita-citanya. “Saya mendukung harapan dan cita-cita anak saya yang berkeinginan menjadi model Indonesia dengan membawakan fashion karya desainer Indonesia sebagai upaya mengembangkan ekonomi kreatif subsektor fashion,” jelas Dadang.

Sebagai pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bapperida Kota Depok, Dadang juga berharap kiprah putrinya kelak dapat turut mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di mata dunia. Bagi Dadang, keterlibatan putrinya di ajang internasional merupakan kesempatan emas yang sangat positif. “Fashion is not just style, it’s creativity and national identity. Kepada semua yang mendukung, terima kasih atas semua dukungannya,” pungkas Dadang.

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here