Free Porn
xbporn
HomeNewsKronologi Kasus Kematian Imam Masykur, Dugaan Oknum TNI

Kronologi Kasus Kematian Imam Masykur, Dugaan Oknum TNI

Jabaran.id,- Sebuah kasus mengenai kematian tragis seorang pria bernama Imam Masykur (25) dari Aceh telah mengguncang masyarakat. Imam Masykur diduga tewas akibat dianiaya oleh oknum TNI, yakni Praka RM, Praka HS dari Direktorat Topografi TNI AD, dan Praka J dari Kodam Iskandar Muda. Berikut adalah kronologi peristiwa tersebut:

Sabtu, 12 Agustus 2023

Imam Masykur dibawa dari Tangerang Selatan Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar, Komandan Pomdam Jaya, mengungkapkan bahwa Praka RM, Praka HS, dan Praka J awalnya membawa Imam Masykur dari Tangerang Selatan. Pada saat itu, para pelaku berpura-pura menjadi polisi dan menangkap korban dengan tuduhan menjual obat-obatan ilegal.

Korban dibawa dari sebuah toko di Tangerang Selatan pada tanggal 12 Agustus. Setelah ditangkap, korban dibawa dan diperas uang oleh para pelaku.

Pelaku Memeras Keluarga Korban Tiga oknum TNI ini diduga melakukan pemerasan terhadap Imam Masykur agar tidak diproses hukum terkait dugaan penjualan obat terlarang. Mereka menghubungi keluarga korban dan meminta tebusan sebesar Rp 50 juta. Penganiayaan dilakukan untuk mendapatkan uang, dan korban akhirnya tewas akibat penyiksaan tersebut.

Selasa, 15 Agustus 2023

Korban Ditemukan di Sungai Karawang Pada tanggal 15 Agustus, jasad Imam Masykur ditemukan mengapung di sungai di daerah Karawang. Irsyad mengatakan bahwa aksi tersebut diduga terkait dengan pemerasan yang dilakukan oleh ketiga oknum TNI tersebut. Mereka berpura-pura sebagai polisi untuk menculik korban karena dugaan penjualan obat-obatan ilegal.

Jumat, 25 Agustus 2023

Jenazah Diambil Keluarga Keluarga korban menemukan jasad Imam Masykur di rumah sakit pada tanggal 23 Agustus. Imam Masykur baru beberapa bulan membuka toko kosmetik di Tangerang Selatan sebelum terjadi insiden tersebut. Meski motif dibalik pembunuhan belum jelas, keluarga menyebutkan bahwa pelaku sering beraksi dengan merampok toko-toko kosmetik di daerah tersebut.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Perkembangan terbaru akan terus diinformasikan kepada masyarakat.(*)


TERBARU

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here