Jabaran.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Baktijaya 5 tidak hanya fokus pada adaptasi siswa baru, tetapi juga menjadi ajang pengenalan beragam kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) yang dapat menjadi wadah pengembangan bakat non-akademik. Pada hari keempat pelaksanaan MPLS, Kamis (17/6/2025), sekolah tersebut memamerkan beberapa ekskul unggulan, seperti tari tradisional, robotic, literasi, dan kasidah, sebagai upaya memicu minat siswa kelas I terhadap kegiatan di luar pembelajaran formal.
Kepala SDN Baktijaya 5, Sri Lestari, menjelaskan bahwa pengenalan ekskul sejak dini penting untuk membantu siswa menemukan minat dan bakat mereka.

“Kami ingin siswa tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan potensi lain melalui kegiatan yang mereka sukai. Dengan begitu, mereka bisa memilih ekskul yang sesuai dengan minat dan bakatnya, yang nantinya dapat berbuah menjadi prestasi,” ujar Sri Lestari.
Pada hari Kamis (17/6), siswa kelas I disuguhi penampilan dari empat ekskul, yakni tari tradisional, robotic, literasi, dan kasidah. Sementara itu, di hari berikutnya, Jumat (18/6), giliran ekskul taekwondo, pencak silat, dan futsal yang unjuk kebolehan. Pembagian waktu ini dilakukan agar siswa dapat menyimak dengan baik setiap penampilan dan mempertimbangkan pilihan mereka.

SDN Baktijaya 5 sendiri memiliki tujuh ekskul yang siap menjadi wadah kreativitas siswa. Sri Lestari menambahkan bahwa pemilihan ekskul harus disesuaikan dengan minat dan kemampuan siswa agar mereka dapat berkembang secara optimal. “Kami berharap, melalui ekskul ini, siswa tidak hanya aktif di sekolah, tetapi juga memiliki keterampilan tambahan yang bisa dibanggakan,” imbuhnya.
Tahun ini, SDN Baktijaya 5 menerima 82 siswa baru yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel). Dengan tambahan siswa kelas I tersebut, total jumlah siswa dari kelas I hingga VI di sekolah ini kini mencapai 519 orang.
Sri Lestari menyatakan bahwa pihak sekolah berkomitmen memberikan pendidikan yang holistik, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga melalui penguatan karakter dan bakat melalui kegiatan ekskul.

“Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang mendukung siswa untuk berkembang secara menyeluruh, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik,” tegasnya.
Pendidikan ekstrakurikuler dinilai sebagai salah satu elemen penting dalam membentuk karakter dan soft skill siswa. Menurut psikolog pendidikan, Sri Lestasi, kegiatan di luar kelas seperti ekskul dapat melatih kedisiplinan, kerja sama, dan kepercayaan diri anak sejak usia dini.
“Ekskul bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan sarana untuk mengasah kemampuan sosial, kreativitas, dan ketahanan mental siswa. Sekolah yang menyediakan beragam pilihan ekskul memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa untuk menemukan passion mereka,” jelas Lestari. (*)
