Jabaran.id, Jakarta – Pagi itu antrean di lobi bank belum padat seperti biasanya. Banyak nasabah yang dulu rela menunggu nomor antrian, kini cukup menatap layar HP. Di balik perubahan kebiasaan itu ada satu nama yang terus digaungkan BRImo.
Bagi BRI KC Pancoran, BRImo bukan sekadar aplikasi mobile banking. Ia jadi ujung tombak strategi untuk membawa perbankan lebih dekat, lebih cepat, dan lebih merata.
“Dalam persaingan ketat pada sektor teknologi keuangan di Indonesia, inovasi mobile banking BRImo berkontribusi besar pada perkembangan industri ini,” ujar Pimpinan BRI KC Pancoran, Fahmi Hidayat, saat ditemui di Jakarta.
Pernyataan itu bukan basa-basi. Data dan perilaku nasabah memang berubah. Kebutuhan transaksi yang dulu identik dengan kertas, tanda tangan, dan mesin ATM, kini berpindah ke layar ponsel. Tantangannya bagaimana membuat aplikasi yang tidak hanya canggih, tapi juga bisa dipakai nenek di pasar sampai mahasiswa di luar negeri.
Jawabannya adalah konsep inklusivitas yang dibungkus dalam satu slogan: #SemuaPakeBRImo.

Salah satu gebrakan BRImo yang paling terasa adalah pembukaan rekening digital. Prosesnya diklaim hanya butuh 7 menit. Tanpa harus datang ke cabang. Tanpa map dokumen setebal kamus.
Yang menarik, layanan ini tidak berhenti di batas negara. Nasabah WNI yang sedang berada di 11 negara juga bisa membuka rekening langsung dari aplikasi. Bagi pekerja migran, pelajar, atau pelaku UMKM yang punya relasi lintas negara, ini jadi pintu masuk perbankan yang selama ini terasa jauh.
“Ditambah fitur transaksi tanpa kartu, nasabah jadi benar-benar bisa bertransaksi apa saja, di mana dan kapan sesuai kebutuhan,” jelas Fahmi.
Bayangkan skenario sederhana: lupa bawa dompet, tapi harus bayar QRIS di warung. Atau tengah malam ingin transfer mendadak untuk stok barang. BRImo membuat situasi seperti itu tidak lagi jadi masalah.
Jika dulu mobile banking identik dengan transfer dan cek saldo, BRImo mencoba melompat lebih jauh. Aplikasi ini diposisikan sebagai “financial superstore”.
Di dalamnya nasabah bisa mengakses pinjaman digital, berbagai produk investasi, hingga kanal pengaduan langsung. Untuk yang ingin diversifikasi aset, ada tabungan valuta asing dengan pilihan mata uang beragam. Mau yang lebih konservatif? Tersedia deposito berjangka. Ingin menyiapkan masa depan? Ada Rekening Dana Nasabah dan produk dana pensiun.
Strategi ini menjawab satu realitas: masyarakat sekarang tidak mau repot pindah-pindah aplikasi hanya untuk urusan keuangan. Satu aplikasi, banyak solusi.
Sehebat apa pun fiturnya, aplikasi keuangan akan ditinggalkan jika soal keamanan diabaikan. BRI menyadari itu.
BRImo dilengkapi sistem keamanan berlapis: PIN pribadi, OTP sekali pakai, hingga verifikasi CVV untuk transaksi tertentu. Lapisan itu dibuat agar nasabah merasa tenang saat melakukan transaksi besar maupun kecil.
“Kerahasiaan data adalah prioritas kami. Kami ingin pengalaman bertransaksi di BRImo itu aman dan terjamin,” tegas Fahmi.
Di era maraknya penipuan digital, jaminan keamanan jadi faktor penentu apakah seseorang mau naik kelas dari transaksi tunai ke transaksi digital.
Yang membuat narasi BRImo berbeda adalah ambisinya menyasar demografi yang luas. Dari pelaku UMKM di Pancoran yang butuh modal cepat, ibu rumah tangga yang ingin nabung valas, sampai diaspora Indonesia yang butuh rekening rupiah dari luar negeri.
Semua diarahkan ke satu ekosistem. Itu yang membuat slogan #SemuaPakeBRImo terasa bukan hanya kampanye, tapi juga peta jalan.
“Kami bertekad mendukung masyarakat mencapai pertumbuhan berkelanjutan dengan menyediakan layanan digital terbaik,” tutup Fahmi.
Regional Funding and Retail Transaction Bank Head BRI, Lulu Nurulita mengatakan, Transformasi digital perbankan memang tidak terjadi dalam semalam. Ia butuh infrastruktur, edukasi dan yang paling penting kepercayaan pengguna.
BRImo memilih jalur memperluas fungsi, mempercepat akses, dan menguatkan keamanan. Dari kantor cabang di Pancoran, dorongan itu kini sudah sampai ke genggaman jutaan tangan.
“Pertanyaannya sekarang bukan lagi “bank buka jam berapa”, tapi “HP kamu sudah ada BRImo belum”,” tandas Lulu.(*)
