Jabaran.id – Sebuah pencapaian yang membanggakan ditorehkan oleh Muhammad Al Hafiiz Irawan, siswa kelas VIII SMPN 29 Depok, dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMP tingkat Kota Depok. Dalam kompetisi yang sama, Hafiiz berhasil menyabet dua medali sekaligus dari cabang olahraga yang berbeda.
Prestasi yang diraih Hafiiz tidaklah biasa. Ia keluar sebagai juara pertama pada cabang olahraga tolak peluru. Tidak berhenti di situ, siswa yang sama juga berhasil meraih juara ketiga pada cabang olahraga lompat jauh. Capaian ini menjadikan Hafiiz sebagai salah satu atlet muda paling serbabisa dalam gelaran O2SN tahun ini.
Wakil Kesiswaan SMPN 29 Depok, Eka Mewarisi Hutapea, menjelaskan bahwa raihan satu siswa dengan dua medali di cabang olahraga yang berbeda merupakan fenomena yang jarang terjadi di kompetisi tingkat kota.
“Ini adalah sebuah prestasi yang sangat membanggakan, di mana ada satu siswa yang bisa meraih dua medali juara dalam ajang O2SN,” ujar Eka Mewarisi Hutapea saat ditemui di sekolahnya.
Menurut Eka, kemampuan Hafiiz dalam menguasai dua cabang olahraga yang memiliki karakteristik berbeda menunjukkan bahwa siswa tersebut memiliki bakat atletik yang luar biasa. Ia menjelaskan bahwa tolak peluru menuntut kekuatan ledak otot lengan dan bahu, sementara lompat jauh mengandalkan kecepatan sprint dan kelincahan.
“Dibutuhkan latihan yang sangat spesifik untuk kedua cabang ini. Tidak semua atlet muda mampu melakukan keduanya sekaligus di level kompetisi resmi,” jelas Eka.

Sementara itu, Kepala SMPN 29 Depok, Eriyasti, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap prestasi yang diraih oleh Hafiiz. Ia menyampaikan rasa bangganya secara langsung atas torehan yang telah ditorehkan siswa tersebut.
“Saya bangga akan torehan tersebut, semoga jadi motivasi agar Hafiiz bisa meningkatkan potensi dirinya sehingga bisa meraih lebih banyak prestasi,” ujar Eriyasti.
Eriyasti juga menegaskan bahwa prestasi Hafiiz bukan sekadar kebanggaan sesaat, melainkan harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa di lingkungan SMPN 29 Depok. Ia berharap capaian ini dapat membuka mata para siswa bahwa prestasi dapat diraih dari berbagai potensi dan bakat yang dimiliki, tidak hanya dari nilai akademik.
“Ini diharapkan bisa memotivasi siswa lainnya, prestasi bisa diraih dengan berbagai potensi dan bakat yang dimilikinya,” jelas Eriyasti.
“Dengan adanya prestasi ini, kami akan lebih serius membina potensi siswa di bidang non-akademik. Olahraga membentuk karakter disiplin, kerja keras, dan sportivitas yang sangat berguna bagi masa depan mereka,” tambah Eriyasti.
Hafiiz akan mempersiapkan diri untuk kemungkinan maju ke tingkat kompetisi berikutnya, yaitu O2SN tingkat Provinsi Jawa Barat. (*)
