HomePendidikanGuru Bahasa Sunda se-Depok Disiapkan Jadi Garda Terdepan Revitalisasi Bahasa Ibu

Guru Bahasa Sunda se-Depok Disiapkan Jadi Garda Terdepan Revitalisasi Bahasa Ibu

Jabaran.id – Sebanyak 305 guru bahasa Sunda jenjang SD dan SMP se-Kota Depok hadir dalam Kegiatan Diseminasi Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Tahun 2026. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Aula Lantai 10 Gedung Dibaleka II, Balai Kota Depok ini merupakan bagian dari upaya strategis memperkuat implementasi Program Revitalisasi Bahasa Daerah yang digagas untuk menjaga keberlangsungan bahasa Sunda.

Ketua Panitia, Anita Rohani, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membekali para guru dengan pemahaman utuh mengenai arah pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah.

Pelatihan guru bahasa sunda 1

“Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan memperoleh pemahaman yang utuh mengenai arah pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah sekaligus menjadi agen perubahan dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Sunda yang lebih menarik, kreatif, dan bermakna bagi peserta didik,” ujar Anita.

- Advertisement -

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat kolaborasi antarguru dalam menyukseskan program pelestarian bahasa daerah di lingkungan pendidikan.

Panitia penyelenggara kegiatan ini merupakan hasil sinergi dari dua organisasi profesi, yaitu Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Sunda Kota Depok dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Sunda Kota Depok.

“Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat para pendidik bahasa Sunda di Kota Depok dalam mendukung keberhasilan program revitalisasi melalui peningkatan kapasitas guru. Mereka terlibat mulai dari penyusunan materi, koordinasi narasumber, hingga pengelolaan teknis acara,” ucap Anit.

Dalam diseminasi ini, para peserta akan dibekali dengan berbagai materi fokus Program Revitalisasi Bahasa Daerah, meliputi Aksara Sunda, Ngadongéng, Nulis Carpon, Maca Sajak, Nembang Pupuh, Borangan, serta Biantara. Seluruh materi tersebut diharapkan mampu menjadi bekal bagi guru untuk membimbing peserta didik mengikuti program revitalisasi di sekolah masing-masing.

Salah satu materi yang menjadi perhatian khusus adalah pengenalan kembali aksara Sunda. Penulis buku dan pemateri aksara Sunda, Aneu Nurlela, memberikan penjelasan komprehensif mengenai sistem penulisan aksara tradisional ini.

“Membaca dan menulis aksara Sunda memiliki kekhasan tersendiri. Dalam aksara Sunda, vokal ada tujuh, yaitu a, i, u, o, dan e yang memiliki tiga jenis huruf vokal,” jelas Aneu.

Ia memaparkan struktur aksara Sunda yang terdiri dari 18 aksara dasar atau yang disebut aksara ngalagena, lima aksara serapan dari bahasa asing, sepuluh angka, dan 13 rarangkén atau tanda vokalisasi.

Lebih lanjut, Aneu menyoroti tantangan yang sering dihadapi dalam pembelajaran aksara Sunda. Ia mengungkapkan bahwa sering terjadi kekeliruan dalam membaca dan menulis, terutama pada vokal e.

“Cara baca aksara suara vokal dan juga menulis seringkali tertukar, terutama dalam vokal e. Selain itu, efektivitas rarangkén atau tanda vokalisasi masih kurang dipergunakan secara maksimal oleh pengguna,” ungkap Aneu. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here