Jabaran.id – BPJS Kesehatan menggandeng Universitas Indonesia (UI) dalam meluncurkan program Sinergi Akademisi Program Jaminan Kesehatan Nasional alias SIGAP JKN. Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak literasi masyarakat terkait layanan kesehatan publik.
Acara kolaborasi tersebut sukses digelar di Auditorium Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI pada Jumat, 26 Juni 2026 yang dihadiri jajaran perwakilan BPJS Kesehatan, Corporate University BPJS Kesehatan, serta civitas akademika FKM UI. Melalui program ini, kedua belah pihak berkomitmen mengoptimalkan sosialisasi program jaminan kesehatan nasional secara masif dan terstruktur.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Livendri Irvarizal menegaskan bahwa keberhasilan Program JKN sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui pembentukan agen literasi dari kalangan mahasiswa, informasi krusial mengenai kepesertaan diharapkan dapat tersebar lebih cepat, luas, dan akurat demi terciptanya ekosistem masyarakat yang sadar kesehatan.
“Inti dari gerakan SIGAP JKN ini adalah pembekalan intensif agar para mahasiswa siap terjun langsung sebagai agen literasi kesehatan di lapangan,” ujar Livendri Irvarizal.
Pihaknya ingin mengoptimalkan peran pemuda dalam menyebarluaskan informasi mengenai hak, kewajiban, serta alur pelayanan jaminan kesehatan secara benar. Kemudian, kata dia, melalui sinergi ini, masyarakat luas diharapkan bisa lebih memahami prosedur pelayanan medis berjenjang dengan mudah dan jelas.
“Semoga kolaborasi strategis dengan Universitas Indonesia ini dapat membawa dampak nyata bagi perlindungan kesehatan seluruh masyarakat,” harapnya.
Dalam sesi pembekalan, BPJS Kesehatan memaparkan materi komprehensif mengenai cakupan perlindungan produk JKN, mulai dari penjaminan perawatan medis hingga pengenalan kanal layanan digital resmi yang praktis. Agen literasi dibekali pemahaman ini agar nantinya mampu membimbing warga dalam memanfaatkan sistem jaminan berbasis digital.
“Program JKN ini mencakup banyak jenis perawatan medis mulai dari rawat jalan hingga tindakan operasi. Peserta dapat menggunakan NIK untuk mendapatkan pelayanan dan menyampaikan pengaduan di fasilitas kesehatan secara mudah. Kami juga menyediakan berbagai kanal layanan digital seperti Mobile JKN dan Pandawa (Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp) untuk mempermudah urusan administrasi warga,” jelas Livendri Irvarizal.
Menanggapi kolaborasi tersebut, FKM UI yang diwakili Mila Tejamaya selaku Wakil Dekan FKM UI menyambut baik dan menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan edukasi yang berkesinambungan ini. Program SIGAP JKN dinilai menjadi wadah yang ideal bagi mahasiswa untuk berkontribusi nyata dalam membantu masyarakat memahami urgensi jaminan kesehatan.
“Kami di FKM UI sangat berterima kasih atas kesempatan kolaborasi dalam acara SIGAP JKN ini. Semoga dengan adanya kegiatan edukasi JKN, masyarakat Indonesia bisa menjadi lebih mengerti mengenai jaminan kesehatan. Kami berharap seluruh warga dapat terus sehat serta terlindungi melalui pendampingan dari para mahasiswa kami. Sebagai pelopor dari program SIGAP JKN, kami sangat siap bekerja sama lebih lanjut dengan BPJS Kesehatan,” tutur Mila.
Sebagai penutup rangkaian materi, narasumber dari Corporate University BPJS Kesehatan, yakni Lecturer Muda Corporate University BPJS Kesehatan, Lia Y. Surosa menggarisbawahi pentingnya aspek empati dan teknik komunikasi yang efektif saat berhadapan dengan masyarakat awam. Agen literasi diimbau untuk menggunakan bahasa yang sederhana serta menyelaraskan bahasa tubuh demi menghindari kebingungan di lapangan.
“Keterampilan komunikasi bukan hanya tentang pandai berbicara melainkan juga mencakup kemampuan mendengar secara aktif. Kita harus menggunakan bahasa yang sederhana agar warga awam tidak merasa kebingungan dengan istilah medis. Penggunaan bahasa tubuh, kontak mata, serta intonasi suara yang ramah memiliki pengaruh yang sangat besar. Rasa empati yang tinggi juga wajib dikedepankan saat kita sedang menjelaskan program-program JKN kepada masyarakat,” papar Lia.
