Jabaran.id, Jakarta – Suasana kantor BRI Cabang Pancoran pagi itu beda dari biasanya. Tidak ada antrean panjang orang dewasa. Yang ada justru ratusan anak SD dengan seragam rapi, mata berbinar, antre bergiliran untuk “mencoba” jadi nasabah. Di balik meja teller, bukan uang miliaran yang dihitung, tapi rasa ingin tahu 300 anak dari SDN 01, 07, dan 15 Tebet Timur.
Bank memang identik dengan orang dewasa. Tapi BRI Pancoran sengaja mematahkan kesan itu. Lewat program literasi keuangan, bank pelat merah ini datang ke sekolah dasar untuk satu alasan sederhana, menanamkan kebiasaan menabung sebelum anak kenal jajan impulsif.
“Kita ingin anak-anak kenal dunia perbankan sejak kecil. Biar mereka nggak sungkan datang ke bank kalau sudah besar,” kata Pimpinan Cabang BRI Pancoran, Fahmi Hidayat di sela kegiatan.
Dua pemateri muda, Muhamad Ikhwan Muslim dan Sekar Ajeng Wulandari selaku RM Funding Transaction, jadi “guru” dadakan hari itu. Mereka tidak ceramah kaku. Anak-anak diajak langsung praktik, melihat cara teller melayani, bertanya ke customer service, sampai mencoba mesin-mesin canggih e-channel BRI.
E-channel yang dimaksud bukan istilah rumit. Itu nama keren untuk ATM, EDC, dan CRM, perangkat elektronik yang sekarang jadi jembatan transaksi tunai dan non-tunai. Bagi anak SD, melihat mesin itu bekerja langsung jauh lebih berkesan daripada sekadar lihat di buku.
“Di sini anak-anak diperlihatkan transaksi apa saja yang bisa dilakukan di teller dan juga CS,” terang Fahmi.
Bayangkan, anak yang biasanya cuma lihat orang tuanya narik uang di ATM, sekarang diajak paham fungsinya. Bukan buat main, tapi buat ngerti kenapa nabung di bank itu penting.
Program ini mungkin terlihat sederhana. Tapi dampaknya jangka panjang. Kalau anak SD hari ini sudah paham bedanya menabung dan jajan habis, besar kemungkinan mereka tumbuh jadi generasi yang melek finansial.
“Semoga dengan adanya aktivitas seperti ini anak-anak sejak dini sudah paham manfaat dari transaksi di bank, salah satunya yaitu menabung,” tegas Fahmi.
Di era QRIS dan dompet digital, pelajaran paling dasar justru kembali ke hal yang paling klasik yaitu kenalan sama bank, dan mulai menabung.

Sementara itu, Regional Funding and Retail Transaction Head BRI, Lulu Nurulita menjelaskan, selain menabung, aplikasi BRImo yang menjadi unggulan BRI juga banyak memiliki akses produk perbankan yang memudahkan nasabah. Tak hanya aktivitas transfer, pembayaran, disini BRImo juga bisa dibuat untuk tabungan berupa investasi.
“Pengetahuan perbankan sejak dini sangat penting, terutama bagaimana cara dalam menggunakan uang secara bijak, terlebih pentingnya menabung dibank, karena lebih aman,” tutup Lulu.(*)
