Jabaran.id, Jakarta – Dari Desa BRILian di Banten, kelas gratis di Rumah BUMN, sampai 36.000 Agen BRILink yang jadi perpanjangan tangan bank. Bayangkan misal ada 8 orang pengrajin tempe duduk melingkar. Bulan depan, mereka dapat modal bareng, pelatihan bareng, pasar bareng. Setahun kemudian, salah satu dari mereka buka warung jadi Agen BRILink. Omzet sebulan bisa mencapai Rp60 juta.
Itu bukan cerita dongeng. Itu skema pembinaan UMKM yang lagi jalan di BRI. Mulai dari yang Paling Kecil yaitu 8 Orang. BRI punya istilah ‘Desa BRILian’. Tapi di Jakarta agak susah, karena adanya ‘Kelurahan’. Jadi program ini lebih hidup di wilayah Tangerang dan Banten.
“Caranya gampang. Kita kumpulkan kelompok usaha yang produktif. Cukup 8 orang saja. Misalnya, semua produksi tempe. Kita biayai satu-satu, kita bina jadi satu,” jelas Regional Micro Banking Head BRI Region 8/Jakarta 3, Oloan Susanto Nasution.
Tapi BRI tidak berhenti di titik kasih duit. “Kita dekat. Kita kasih pendidikan, pemberdayaan, digital marketing secara rutin,” lanjutnya.
Tujuannya satu, biar nggak jalan sendiri-sendiri. Naik Level untuk Masuk ‘Sekolah’ Gratis Namanya Rumah BUMN. Kalau kelompoknya sudah jalan, naik kelas lagi. Masuk ke Rumah BUMN.
Ini bukan gedung mewah. Tapi isinya lengkap. Buka setiap hari. Mau belajar marketing? Ada. Mau nonton materi dari YouTube? Disediakan wifi dan layarnya.
“Monggo Bapak Ibu, kalau ada kelompok yang mau pelatihan gratis, silakan datang. Kita sediakan,” ajaknya.
Rumah BUMN ini jadi jembatan. Dari UMKM yang ‘asal jualan’, jadi pengusaha yang paham cara naikin kelas usahanya. Ujungnya: Jadi Bos di Warung Sendiri.
Setelah pinter, setelah modalnya muter, banyak yang pilih jadi Agen BRILink. Dan jumlahnya fantastis, ada di 36.000 titik di seluruh Indonesia.
“Jadi agen itu sama artinya jadi perpanjangan tangan BRI,” katanya.
Di warung itu, semua bisa. Transfer, bayar listrik, tarik tunai. Banknya yang datang ke rumah warga.
Penghasilannya dari mana? Dari sharing fee. Contoh paling simpel, orang transfer Rp1 juta. Ada biaya Rp3.000. Agen dapat Rp1.500. Kedengarannya kecil. Tapi kalau rame, hasilnya nggak main-main.
“Ada dulu karyawan saya di BRI dan akhirnya resign kemudian memutuskan menjadi agen BRILink sudah 10 tahun. Saya tanya omzet sebulan berapa? Rp80 juta. Bersihnya Rp60 juta. Katanya, ‘lebih tinggi dari gaji Bapak dulu’,” ceritanya sambil tertawa.
Satu Ekosistem, Banyak Pintu. Dari 8 orang pengrajin tempe, masuk kelas gratis, sampai jadi bos warung. Semua pintunya nyambung. Karena pada akhirnya, kalau warungnya naik kelas, ekonominya ikut naik.
“Ini cara kami menciptakan ekosistem yang positif di wilayah kerja kami. Biar semuanya jadi satu kesatuan yang saling menguatkan,” tutupnya.(*)
