HomePendidikanPemerintah Resmi Ganti P5 dengan 8 Dimensi Profil Lulusan dalam Kurikulum Merdeka...

Pemerintah Resmi Ganti P5 dengan 8 Dimensi Profil Lulusan dalam Kurikulum Merdeka 2025/2026

Jabaran.idPemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengeluarkan kebijakan baru terkait penggantian Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menjadi 8 Dimensi Profil Lulusan. Perubahan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini dan Jenjang Pendidikan Menengah. Peraturan ini secara resmi menggantikan Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2022 yang sebelumnya mengatur P5.

Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025 mulai berlaku sejak diundangkan pada 10 Juni 2025. Dalam pasal peralihan, ditegaskan bahwa aturan sebelumnya, yaitu Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2022, secara otomatis dicabut dan tidak berlaku lagi. Dengan demikian, mulai tahun ajaran 2025/2026, sekolah di seluruh Indonesia akan menerapkan 8 Dimensi Profil Lulusan sebagai pengganti P5.

Delapan Dimensi Profil Lulusan sebagai Fondasi Kurikulum Merdeka

- Advertisement -

Delapan Dimensi Profil Lulusan ini dirancang untuk menjadi landasan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Berbeda dengan P5 yang sebelumnya memiliki enam elemen, dimensi baru ini mencakup aspek yang lebih luas dan terintegrasi dalam proses pembelajaran mendalam. Tujuannya adalah membentuk peserta didik yang tidak hanya menguasai pengetahuan akademis tetapi juga memiliki keterampilan hidup yang relevan dengan tantangan masa depan.

Berikut adalah rincian 8 Dimensi Profil Lulusan:

  1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  2. Kewargaan
  3. Penalaran Kritis
  4. Kreativitas
  5. Kolaborasi
  6. Kemandirian
  7. Kesehatan
  8. Komunikasi

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan untuk memperkuat kerangka kompetensi lulusan.

Dulu P5 memiliki enam dimensi, yaitu beriman, bertakwa, bergotong royong, bernalar kritis, kebhinekaan global, mandiri, dan kreatif. Sekarang dikembangkan menjadi delapan dimensi yang lebih komprehensif,” ujarnya.

Salah satu ciri khas dari 8 Dimensi Profil Lulusan adalah pendekatannya yang terintegrasi dalam pembelajaran. Artinya, dimensi-dimensi ini tidak diajarkan secara terpisah, melainkan melebur dalam aktivitas belajar sehari-hari. Misalnya, aspek kolaborasi dan komunikasi dapat dikembangkan melalui proyek kelompok, sementara penalaran kritis dan kreativitas dapat diasah melalui tugas-tugas berbasis masalah.

Kurikulum Merdeka sendiri dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi sekolah dalam mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan adanya delapan dimensi ini, diharapkan lulusan pendidikan Indonesia tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemampuan adaptif di era yang terus berubah.

Dengan berlakunya Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025, satuan pendidikan diharapkan segera menyesuaikan perencanaan pembelajaran. Guru dan tenaga kependidikan perlu memahami kerangka delapan dimensi ini agar dapat merancang pengalaman belajar yang mendukung pencapaian profil lulusan.

Perubahan kebijakan ini juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan sistem pendidikan nasional. Sebelumnya, P5 menjadi bagian penting dalam Kurikulum Merdeka untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila. Kini, delapan dimensi diharapkan dapat memperluas cakupan pembentukan karakter dan kompetensi siswa tanpa meninggalkan prinsip dasar tersebut.

Dengan demikian, tahun ajaran 2025/2026 menjadi tonggak baru dalam implementasi Kurikulum Merdeka, di mana 8 Dimensi Profil Lulusan akan menjadi acuan utama dalam menyiapkan generasi Indonesia yang tangguh dan berdaya saing. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here