Jabaran.id – Dinas Pendidikan Kota Depok menggelar Workshop Pendampingan dan Pengimbasan Sekolah Ramah Anak (SRA) di SMPN 22 Depok, yang diikuti oleh sejumlah sekolah dari wilayah Kecamatan Sukmajaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman bahwa setiap satuan pendidikan wajib menerapkan konsep SRA.
Kepala Kelembagaan Dinas Pendidikan Kota Depok, Bahrudin, menjelaskan bahwa tujuan utama dari workshop ini adalah untuk menambah wawasan bagi tenaga pendidik dan pengelola sekolah.

“Tujuan kegiatan ini untuk menambah ilmu bahwa sekolah itu wajib SRA, karena anak Indonesia adalah anak kita semua. Semoga bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing,” harapnya.
Lebih lanjut, Bahrudin mengungkapkan keterkaitan erat antara Sekolah Ramah Anak dan sekolah inklusi. Menurutnya, keduanya saling berkaitan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh anak, tanpa terkecuali. Ia juga memaparkan fakta yang masih sering ditemukan di lapangan.
“Masih banyak ditemukan di sekolah-sekolah kasus bullying, yang mungkin tidak sadar dilakukan, mulai dari verbal dan non verbal,” paparnya.
Bahrudin menambahkan bahwa praktik perundungan yang tampak sepele sekalipun dapat memberikan dampak yang luar biasa terhadap perkembangan mental dan akademik anak. Oleh karena itu, menurutnya, para pendidik dan staf sekolah perlu terus belajar dan mempersiapkan diri.
Ia juga mengimbau agar sekolah-sekolah tidak mengabaikan bentuk-bentuk bullying nonverbal seperti pengucilan, gestur merendahkan, atau ekspresi wajah yang menakutkan, karena semua itu berpotensi melukai perasaan anak.
“Dengan belajar dan mempersiapkan diri, bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 22 Depok, Titik Sunarsih, menyampaikan komitmen sekolahnya dalam mendukung setiap kebijakan yang digulirkan oleh Dinas Pendidikan Kota Depok.
“Kami berusaha menjalankan semua program yang digulirkan Dinas Pendidikan Kota Depok, yang salah satunya adalah program Sekolah Ramah Anak dan Inklusi,” ungkapnya.
Titik menjelaskan bahwa workshop ini diikuti oleh beberapa sekolah di kawasan Kecamatan Sukmajaya dengan harapan agar mereka dapat menjadi sekolah pengimbasan.
“Agar bisa menjadi sekolah pengimbasan dan bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan banyak untuk diterapkan di sekolah masing-masing,” jelasnya. (*)
